Kulkita
Produk apa
Aplikasi web untuk stok dan kesegaran bahan, dibuat untuk dapur yang memasak Makan Bergizi Gratis.
Untuk siapa
Petugas dapur yang mencatat stok setiap hari, dan kepala dapur yang perlu tahu stok apa saja yang ada dan mana yang akan segera busuk.
Cara kerjanya
Tiap batch dicatat masuk dan keluar dengan tanggalnya, aplikasi menandai bahan yang mendekati busuk, lalu memperkirakan belanja berikutnya.
Masalahnya
Konteks
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan lewat dapur-dapur lokal (SPPG) yang mengelola bahan segar dalam jumlah besar. Pencatatan stok yang manual atau tercecer berujung pada bahan busuk, stok yang salah hitung, dan risiko keamanan pangan.
Yang kami pelajari lebih dulu
Hal pertama yang dibutuhkan kepala dapur adalah tahu apa yang dimiliki dan apa yang akan segera busuk. Prediksi baru berguna setelah tampilan itu dipercaya.
Batasan
- Tenggat hackathon
- Pengguna adalah staf dapur dan logistik yang jarang memakai aplikasi saat bekerja
Peran saya
Peran Richard di proyek ini
Founder, Product Manager & UI/UX
Skill produk
- Visi produk
- Penulisan PRD
- Design thinking
- Desain UI
- Scoping MVP
Skill proyek
- Memimpin Scrum
- Pilot & ukur dampak
- Pitching
Sebagai product manager
- Menulis visi produk dan PRD yang jadi acuan tim
- Menjalankan design thinking, lalu menuangkannya ke UI
- Memangkas MVP jadi visibilitas dulu, prediksi kemudian
Sebagai project manager
- Memimpin tim Scrum 4 engineer dari hackathon sampai pilot
- Menjalankan pilot di UB Coffee dan mengukur sisa bahan selama dua minggu
- Memegang pitch deck dan pitching final
Pekerjaannya
Keputusan kunci & trade-off
- Keputusan 01
Visibilitas dulu, prediksi kemudian
Kami memangkas MVP menjadi visibilitas stok real-time dan pelacakan kesegaran dulu, lalu menambahkan prediksi pembusukan dan kebutuhan di atasnya.
Trade-off Cerita AI di demo jadi kurang mencolok, tapi produknya bisa langsung dipakai dapur sejak hari pertama.
Cara membangunnya
Pencatatan stok masuk dan keluar, status kesegaran per batch, peringatan pembusukan, dan prediksi kebutuhan. Setelah hackathon saya melanjutkannya sebagai founder dan menjalankan pilot di dapur yang beroperasi, UB Coffee.
- Stok masukBatch & tanggal dicatat
- KesegaranStatus per batch
- Peringatan busukPakai yang ini dulu
- PrediksiApa yang dipesan berikutnya
- −35% sisaPilot 2 minggu
Dari karya aslinya




Hasilnya
- 35%
- sisa makanan berkurang di 2 minggu pertama pilot di UB Coffee
- IDR 26M
- pendanaan non-dilutif dari dua penghargaan
- 1st + Top 3
- ElevAIte Brawijaya Hub dan Best AI Ideation (Microsoft × Yayasan BUMN)
Yang akan saya lakukan berbeda
Menang mengajarkan saya cara mem-pitch empati. Juri jauh lebih mengingat dapurnya daripada modelnya.